Pohpohan (nama latin: Pilea melastomoides (Poir) adalah sebuah tanaman Urticaceae Pilea yang tersebar di Sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini tumbuh di ketinggian 700 sampai 1.750 meter di atas permukaan laut.[2]
Di Desa Majingklak Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap sendiri daun pohpohan banyak sekali ditemukan di pekarangan rumah warga dan kawasan hutan pinus, khususnya di dusun-dusun yang berbatasan langsung dengan kawasan Perhutani.
Menurut hasil penelitian daun pohpohan mengandung berbagai nutrisi, seperti protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin B1, vitamin C, dan antioksidan. Selain itu, daun pohpohan juga mengandung :
Protein, Karbohidrat, Lemak, Abu, Fosfor, Flavonoid, Senyawa fenolik. Daun pohpohan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya :
- Meningkatkan kekebalan tubuh
- Mencegah osteoporosis
- Melindungi pankreas dan menjaga kadar gula darah
- Mempercepat penyembuhan luka
- Memperbaiki nafsu makan
- Menjaga berat badan agar ideal
- Melancarkan BAB
- Menurunkan risiko kanker
Daun pohpohan dapat dikonsumsi dalam bentuk berbagai olahan seperti keripik dan lalapan. Kandungan gizi yang terdapat dalam daun pohpohan (per 100 gr bahan) yaitu energi 37 Kal, protein 2,5 gr, lemak 0,8 gr, karbohidrat 6,9 gr, Kalsium (Ca) 744,0 mg, fosfor 80,0 mg, besi 5,9 mg, vitamin A 900 RE, vitamin C 5 mg, vitamin B1 0,03 mg, air 87,4 gr dan BODnya 69 %.[3] Dengan melihat komposisinya ternyata daun pohpohan sangat tinggi kandungan kalsium per 100 gr (744,0 mg) jika dibandingkan dengan sayuran lain, misalnya daun katuk 540 mg, daun singkong 165 mg dan daun bayam 267 mg.[3] Tubuh manusia sangat memerlukan kalsium untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi pada masa pertumbuhan anak-anak hingga remaja, pada saat hamil dan selama masa menyusui.[3] Kecukupan kebutuhan kalsium dapat mencegah pengapuran pada tulang (osteoporosis) pada usia dewasa.[3]
Dengan banyaknya manfaat dan nutrisi yang terkandung didalamnya bukan tidak mungkin pohpohan yang awalnya dianggap tumbuhan liar kedepan bisa di kembangkan sehingga menjadi salah satu potensi alam di desa Majingklak yang bisa membawa manfaat bukan hanya dari segi kesehatan tetapi juga dari segi ekonomi untuk masyarakat. Tidak menutup kemungkinan dari tanaman liar ini akan lahir berbagai produk pangan yang selain mempunyai nilai ekonomis juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.
Dengan kemauan dan pemikiran yang visioner ketersediaan sumber daya alam yang melimpah di Desa Majingklak bisa di gali dan dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi yang pada ujungnya akan berdampak untuk kebaikan dan kesejahteraan seluruh warga masyarakat desa Majingklak. Pohpohan hanya salah satu dari sekian banyak potensi yang belum tereksplor di wilayah Desa Majingklak. Kedepan dengan SDM yang ada Majingklak diharapkan akan menjadi desa yang mampu menggali berbagai potensi alam yang tersedia di wilayahnya.
Sumber referensi :